PROGRAMING 

 

Pada BEFF 2019 merupakan kegiatan tahun kedua yang dilaksanaan. Dengan mengambil pengalaman pada tahun 2018 kami akan berupaya tetap menyebarkan semangat apresiasi film dan edukasi mengenai lingkungan. Keikutsertaan warga untuk hadir dalam pemutaran film Festival dan terbukanya ruang diskusi para ahli, creator, dan penggiat lingkungan adalah benang merah utama yang kami bangun.

BEFF ( Borneo Environmental Film Festival) Air merupakan unsur kehidupan yang sangat lekat bagi mahluk hidup di bumi. Tema ini diambil sebagai salah satu dasar penialaian kompetisi film.

KOMPETISI

  • Dokumenter Pendek Umum
  • Dokumenter Pendek Pelajar
  • Fiksi Pendek Umum
  • FIksi Pendek Pelajar
  • Video Promosi Wisata Kotawaringin Barat

SCREENING

Pemutaran Film menjadi ajang utama dalam kegiatan BEFF 2019. Titik pemutaran akan dipusatkan di Pangkalan Bun dengan 5 lokasi pemutaran. Kota Banajrmasin, Malang, Banda Aceh, dan Pontianak akan menjadi kota diluar Pangkalan Bun untuk mengadakan pemutaran Festival Film. Film yang diputar adalah film nominasi festival dan film tamu yang telah lolos kurasi sesuai dengan tema dan lokasi pemuataran.

WORKSHOP

Dalam rangka membangun kekaryaan dan menggali potensi lokasi pembuatan film di Pangkalan Bun, kami akan mengadakan kegiatan wokshop produksi pembuatan film dokumenter. Peserta workshop kami akan targetkan kepada Pelajar di kota Pangkalan Bun. Dengan sistem pendampingan produksi oleh profesional film maker, kami harapkan para peserta bisa mendapatkan pengalaman produksi film secara sistematis

AWARDING NIGHT

Puncak apresiasi para pembuat film yang telah mendaftarkan filmnya. Kegiatan ini menjadi seremonial dan ramah tamah untuk panitia, peserta nominasi, Pemerintah Daerah, Juri, dan Penggiat Lingkungan. Dalam acara ini juga akan dilangsungkan press release serta laporan pelaksanaan festival BEFF 2019.

FILM GOES TO FOREST

Tema mengenai AIR di program BEFF 2019 bukan hanya sekedar tema submit film, kami melangkah jauh dari dari itu. Dengan langkah nyata untuk aksi lingkungan dan pemerhatian mengenai air, kami ingin mengajak peserta umum dan undangan menyusuri sungai Sekonyer dan menanam pohon di hutan Pesalat (Taman Nasional Tanjung Puting). Hal ini bertujuan sebagai langkah nyata melestarikan pohon  sebagai upaya menjaga ketersediaan air tanah. Selama di perjalanan menyusuri sungai Sekonyer peserta akan diajak diskusi mengenai AIR Secara umum dan langkah aksi nyata.